Thursday, 9 March 2017

18 Jenis Jenis Tanah di Indonesia : Manfaat, Persebaran

Tanah (soil) merupakan lapisan teratas dari bumi. Tanah sangat penting bagi manusia karena kehidupan manusia berada di atasnya. Tanah terbentuk dari bebatuan yang mengalami pelapukan. Proses pelapukan ini terjadi dalam waktu yang lama bahkan hingga ratusan tahun. Pelapukan batuan menjadi tanah juga dibantu dengan beberapa mikroorganisme, perubahan suhu dan air. Jenis tanah dari satu daerah dengan daerah lainnya berbeda tergantung dari komponen yang ada di dalam daerah tersebut. Komponen yang ada di dalam tanah yang baik untuk tanaman adalah tanah yang mengandung mineral 50%, bahan organik 5% dan air 25%. Pengaruh letak astronomis dan geografis di Indonesia sangat penting dalam membentuk berbagai macam tanah.
Jenis-jenis tanah yang ada di dunia berbeda dari satu daerah ke daerah lainnya tergantung pada lingkungan yang ada di dalam daerah tersebut 
1. Tanah Aluvial
Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang terjadi karena endapan lumpur biasanya yang terbawa karena aliran sungai. Tanah ini biasanya ditemukan dibagian hilir karena dibawa dari hulu. Tanah ini biasanya bewarna coklat hingga kelabu.
Karakteristik
Tanah ini sangat cocok untuk pertanian baik pertanian padi maupun palawija seperti jagung, tembakau dan jenis tanaman lainnya karena teksturnya yang lembut dan mudah digarap sehingga tidak perlu membutuhkan kerja yang keras untuk mencangkulnya.
Persebaran
Tanah ini banyak tersebar di Indonesia dari sumatera, Kalimantan, Sulawesi, papua dan jawa.
2. Tanah Andosol

Tanah andosol merupakan salah satu jenis tanah vulkanik dimana terbentuk karena adanya proses vulkanisme pada gunung berapi. Tanah ini sangat subur dan baik untuk tanaman.
Karakteristik
Warna dari tanah andosol coklat keabu-an. Tanah ini sangat kaya dengan mineral, unsure hara, air dan mineral sehingga sangat baik untuk tanaman. Tanah ini sangat cocok untuk segala jenis tanaman yang ada di dunia. persebaran tanah andosol biasanya terdapat di daerah yang dekat dengan gunung berapi.
Persebaran
Di Indonesia sendiri yang merupakan daerah cincin api banyak terdapat tanah andosol seperti di daerah jawa, bali, sumatera dan nusa tenggara.
3. Tanah Entisol

Tanah entisol merupakan saudara dari tanah andosol namun biasaya merupakan pelapukan dari material yang dikeluarkan oleh letusan gunung berapi seperti debu, pasir, lahar, dan lapili.
Karakteristik
Tanah ini juga sangat subur dan merupakan tipe tanah yang masih muda. Tanah ini biasanya ditemukan tidak jauh dari area gunung berapi bisa berupa permukaan tanah tipis yang belum memiliki lapisan tanah dan berupa gundukan pasir seperti yang ada di pantai parangteritis Jogjakarta.
Persebaran
Persebaran tanah entisol ini biasanya terdapat disekitar gunung berapi seperti di pantai parangteritis Jogjakarta, dan daerah jawa lainnya yang memiliki gunung berapi.
4. Tanah Grumusol

Tanah grumusol terbentuk dari pelapukan batuan kapur dan tuffa vulkanik. Kandungan organic di dalamnya rendah karena dari batuan kapur jadi dapat disimpulkan tanah ini tidak subur dan tidak cocok untuk ditanami tanaman.
Karakteristik
Tekstur tanahnya kering dan mudah pecah terutama saat musim kemarau dan memiliki warna hitam. Ph yang dimiliki netral hingga alkalis. Tanah ini biasanya berada di permukaan yang tidak lebih dari 300 meter dari permukaan laut dan memiliki bentuk topografi datar hingga bergelombang. Perubahan suhu pada daerah yang terdapat tanah grumusol sangat nyata ketika panas dan hujan.
Persebaran
Persebarannya di Indonesia seperti di Jawa Tengah (Demak, Jepara, Pati, Rembang), Jawa Timur (Ngawi, Madiun) dan Nusa Tenggara Timur. Karena teksturnya yang kering maka akan bagus jika ditanami vegetasi kuat seperti kayu jati.
5. Tanah Humus

Tanah humus merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan tumbuh-tumbuhan. Mengandung banyak unsur hara dan mineral dan sangat subur.
Karakteristik
Tanah Humus sangat baik untuk melakukan cocok tanam karena kandungannya yang sangat subur dan baik untuk tanaman. Tanah ini memiliki unsur hara dan mineral yang banyak karena pelapukkan tumbuhan hingga warnanya agak kehitam hitaman.
Persebaran
Tanah ini terdapat di daerah yang ada banyak hutan. Persebarannya di Indonesia meliputi daerah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua dan sebagian wilayah dari Sulawesi.
6. Tanah Inseptisol

Inseptol terbentuk dari batuan sedimen atau metamorf dengan warna agak kecoklatan dan kehitaman serta campuran yang agak keabu-abuan. Tanah ini juga dapat menopang pembentukan hutan yang asri.
Karakteristik
Ciri-ciri tanah ini adalah adanya horizon kambik dimana horizon ini kurang dari 25% dari horizon selanjutnya jadi sangatlah unik. Tanah ini cocok untuk perkebunan seperti perkebunan kelapa sawit.Serta untuk berbagai lahan perkebunan lainnya seperti karet.
Persebaran
Tanah inseptisol tersebar di berbagai derah di Indonesia seperti di sumatera, Kalimantan dan papua.
7. Tanah Laterit

Tanah laterit memiliki warna merah bata karena mengandung banyak zat besi dan alumunium. Di indonesia sendiri tanah ini sepertinya cukup fimiliar di berbagai daerah, terutama di daerah desa dan perkampungan.
Karakteristik
Tanah laterit termasuk dalam jajaran tanah yang sudah tua sehingga tidak cocok untuk ditanami tumbuhan apapun dan karena kandungan yang ada di dalamnya pula.
Persebaran
Persebarannya sendiri di Indonesia meliputi Kalimantan, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
8. Tanah Latosol

Jenis tanah ini juga salah satu yang terdapat di Indonesia, tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan sedimen dan metamorf.
Karakteristik
Ciri-ciri dari tanah latosol adalah warnanya yang merah hingga kuning, teksturnya lempung dan memiliki solum horizon. Persebaran tanah litosol ini berada di daerah yang memiliki curah hujan tinggi dan kelembapan yang tinggi pula serta pada ketinggian berkisar pada 300-1000 meter dari permukaan laut. Tanah latosol tidak terlalu subur karena mengandung zat besi dan alumunium.
Persebaran
Persebaran tanah latosol di daerah Sulawesi, lampung, Kalimantan timur dan barat, Bali dan Papua.
9. Tanah Litosol

Tanah litosol merupakan tanah yang baru mengalami perkembangan dan merupakan tanah yang masih muda. Terbentuk dari adanya perubahan iklim, topografi dan adanya vulkanisme.
Karakteristik
Untuk mengembangkan tanah ini harus dilakukan dengan cara menanam pohon supaya mendapatkan mineral dan unsur hara yang cukup. tekstur tanah litosol bermacam-macam ada yang lembut, bebatuan bahkan berpasir.
Persebaran
Biasanya terdapat pada daerah yang memiliki tingkat kecuraman tinggi seperti di bukit tinggi, nusa tenggara barat, Jawa tengah, Jawa Barat dan Sulawesi.
sponsored links
10. Tanah Kapur

Seperti dengan namanya tanah kapur berasal dari batuan kapur yang mengalami pelapukan.
Karakteristik
Karena terbentuk dari tanah kapur maka bisa disimpulkan bahwa tanah ini tidak subur dan tidak bisa ditanami tanaman yang membutuhkan banyak air. Namun jika ditanami oleh pohon yang kuat dan tahan lama seperti pohon jati dan pohon keras lainnya.
Persebaran
Tanah kapur tersebar di daerah yang kering seperti di gunung kidul Yogyakarta, dan di daerah pegunungan kapur seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur.
11. Tanah Mergel

Hampir sama dengan tanah kapur, jenis tanah ini juga berasal dari kapur, namun dicampur dengan berbagai bahan lainnya yang membedakan adalah ia lebih mirip seperti pasir. Tanah mergel terbentuk dari batuan kapur, pasir dan tanah liat dan mengalami pembentukan dengan bantuan hujan namun tidak merata.
Karakteristik
Tanah ini subur dan bisa ditanami oleh persawahan dan perkebunan. Selain itu juga terdapat banyak mineral dan air di dalamnya.
Persebaran
Tanah ini banyak terdapat di daerah dataran rendah seperti di Solo (Jawa Tengah), Madiun dan Kediri (Jawa Timur).
12. Tanah Organosol

Tanah organosol terbentuk dari pelapukan benda organic seperti tumbuhan, gambut dan rawa. Biasanya terdapat di daerah yang memiliki iklim basah dan memiliki curah hujan tinggi.
Karakteristik
Ketebalan dari tanah ini sangat minim hanya 0.5 mm saja dan memiliki diferensiasi horizon yang jelas, kandungan organic di dalam tanah organosol lebih dari 30% dengan tekstur lempung dan 20% untuk tanah yang berpasir. Kandungan unsur hara rendah dan memiliki tingkat kelembapan rendah (PH 0,4) saja.
Persebaran
Tanah ini biasanya ditemukan di daerah pantai dan hampir tersebar di seluruh pulau di Indonesia seperti sumatera, papua, Kalimantan, jawa, Sulawesi dan nusa tenggara.
13. Tanah Oxisol

Tanah oxisol merupakan tanah yang kaya akan zat besi dan alumunium oksida. Tanah jenis ini juga sering kita temui di daerah tropis di Indonesia dari daerah desa hingga perkotaan.
Karakteristik
Ciri-ciri dari tanah oxisol ini antara lain adalah memiliki solum yang dangkal dan ketebalannya hanya kurang dari 1 meter saja. warnanya merah hingga kuning dan memiliki tekstur halus seperti tanah liat.
Persebaran
Biasanya terdapat di daerah beriklim tropis basah dan cocok untuk perkebunan subsisten seperti tebu, nanas, pisang dan tumbuhan lainnya.
14. Tanah Padas

Tanah padas sebenarnya tidak juga bisa dibilang sebagai tanah karena sangat keras hampir seperti dengan batuan.
Karakteristik
Hal ini dikarenakan kandungan air didalamnya hampir tidak ada karena tanah padas sangat padat bahkan tidak ada air. Unsur hara yang ada di dalamnya sangat rendah dan kandungan organiknya sangat rendah bahkan hampir tidak ada. Tanah padas tidak cocok digunakan untuk bercocok tanam.
Persebaran
Jenis tanah ini tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia secara merata.
15. Tanah Pasir

Seperti dengan namanya tanah pasir merupakan pelapukan dari batuan pasir.  Tanah ini biasanya banyak di daerah sekitar pantai atau daerah kepulauan.
Karakteristik
Tanah pasir tidak memiliki kandungan air dan mineral karena teksturnya yang sangat lemah. Tanah pasir akan sangat mudah ditemukan di daerah yang berpasir di Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah tanah pasir terluas di dunia. Jenis tanaman yag cocok untuk tanah ini adalah umbi-umbian.
Persebaran
Hampir seluruh wilayah di Indonesia memiliki persebaran tanah pasir.
16. Tanah Podsol

Tanah podsol memiliki berbagai campuran tekstur mulai pasir hingga bebatuan kecil.
Karakteristik
Ciri-ciri dari tanah podsol antara lain tidak memiliki perkembangan profil, warnanya kuning hingga kuning keabuan serta memiliki tekstur pasir hingga lempung. Kandungan organiknya sangat rendah karena terbentuk dari curah hujan yang tinggi tapi suhunya rendah.
Persebaran
Persebaran tanah ini antara lain meliputi Kalimantan utara, Sulawesi utara dan papua serta daerah lainnya yang tidak pernah kering alias selalu basah.
17. Tanah Podsolik Merah Kuning

Tanah ini sangat mudah ditemukan di seluruh wilayah Indonesia karena persebarannya yang hampir rata.
Karakteristik
Tanah ini bewarna merah hingga kuning dan kandungan organic serta mineralnya akan sangat mudah mengalami pencucian oleh air hujan. Oleh karena itu untuk menyuburkan tanah ini harus ditanami tumbuhan yang memberikan zat organic untuk kesuburan tanah serta pupuk baik hayati maupun hewani.
Persebaran
Tanah ini dapat digunakan untuk perkebunan dan persawahan serta dapat ditemukan di Sumatera, Sulawesi, Papua, Kalimantan dan Jawa terutama jawa bagian barat.
18. Tanah Liat 
Tanah liat adalah jenis tanah yang terdiri dari campuran dari aluminium serta silikat yang memiliki diameter tidak lebih dari 4 mikrometer. Tanah liat terbentuk dari adanya proses pelapukan batuan silika yang dilakukan oleh asam karbonat dan sebagian diantaranya dihasilkan dari aktivitas panas bumi.
Karakteristik
Tanah liat tersebar di sebagian besar wilayah Indonesia secara merata. Biasanya digunakan untuk membuat kerajinan hingga keperluan lainnya. Tanah liat biasanya memiliki warna abu abu pekat atau hampir mengarah ke warna hitam, biasanya terdapat di bagian dalam tanah ataupun di bagian permukaan.
Persebaran
Tanah liat hampir tersebar secara merata di seluruh wilayah di Indonesia, hanya yang membedakannya adalah kedalaman tanah tersebut.
Sponsors Link


Cara Merawat Tanah
Pendekatan konsep geografi yang benar akan memudahkan dalam merawat tanah. Tanah merupakan lapisan bumi yang sangat penting untuk kehidupan manusia. Oleh karena itu sangat wajib untuk merawat tanah supaya lebih subur dan tidak mudah rusak karena dapat menjadi penyebab banjir atau bencana lainnya seperti erosi tanah (Baca  :  Cara mencegah erosi tanah) dan tanah longsor (Baca : cara mencegah tanah longsor). Cara yang dapat dilakukan antara lain:
Melakukan pemupukan
Pemupukan yang harus dilakukan tidaklah menggunakan pupuk kimia namun menggunakan bahan organic. Seperti dengan menanami tanah dengan tumbuhan dan nantinya tumbuhan akan menghasilkan kandungan yang dibutuhkan oleh tanah. Jadi, jangan segan untuk menanam pohon ya, selain baik untuk alam karena memproduksi oksigen juga sangat baik untuk keberlangsungan kehidupan manusia.
Rotasi Tanaman
Lakukanlah rotasi tanaman supaya tanah tidak kehilangan keseimbangannya karena diambil beberapa zat nya saja sedangkan zat lainnya tetap ada. Rotasilah tanaman supaya tanah juga bisa menjadi lebih subur.
Mengolah Sampah
Bila anda memiliki sampah plastic jika sudah tidak bisa didaur ulang sebaiknya untuk membakarnya saja. hal ini dikarenakan plastik tidak mudah diuraikan dan membutuhkan waktu lama hingga 100 tahun. Jadi, bisa dibayangkan jika anda membuang sampah plastik sembarangan dan akibatnya pada kesuburan tanah.
Tanah adalah nyawa seluruh penduduk bumi, ia juga merupakan penopang langkah kita berpijak di bumi. Oleh karena itu ia wajib kita jaga bersama sama.


Saturday, 4 March 2017

jenis jenis awan

enis Jenis Awan, Pengertian Awan dan proses terbentuknya awan, itulah yang akan menjadi 3 point utama dalam Pembahasan Artikel kali ini yang bertemakan tentang awan. Secara umum,Pengertian Awan adalah kumpulan tetesan air atau kristal es di dalam atmosfer yang terjadi karena adanya pengembunan / pemadatan uap air yang terdapat di dalam udara setelah melampaui keadaan titik jenuh. Awan merupakan cikal bakal terjadinya huja, namun hal tersebut juga tergantung dari musim.

Sebelum kita menjelaskan mengenai Jenis Jenis Awan, adabaiknya kita mengenal terlebih dahulu Proses Terbentuknya Awan, Proses terbentuknya awan terjadi karena didalam Udara selalu terdapat uap air. Apabila uap air tersebut meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini terjadi dengan cara:
·         Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyengat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga samapai pada satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap tersebut akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
·         Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfer lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.

Setelah Awan sudah terbentuk maka dilanjut dengan Proses Terbentuknya Hujan, Berikut Prosesnya.
·         Apabila awan sudah terbentuk, titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan tersebut akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarikan bumi menariknya ke bawah. Hingalah sampai satu keadaan titik-titik tersebut akan terus jatuh ke bawah dan turunlah sebagai hujan.

Awan juga memiliki banyak Bentuk, hal tersebut karena terdapat berbagai hal yang mempengaruhi proses pembentukannya, Berikut Proses Terbentuknya Macam-Macam Bentuk Awan:
·         Namun seandainya titik-titik air ini bertemu dengan udara panas, titik-titik tersebut akan menguap dan lenyaplah awan tersebut. Inilah yang menyebabkan awan itu selalu berubah-ubah wujudnya. Air yang terdapat di dalam awan silih berganti menguap serta mencair. Inilah juga yang menyebabkan terkadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Sebelum kita memaparkan mengenai Jenis Jenis Awan adabaiknya sobat mengetahui terlebih dahulu bentuk bentuk awan, berdasarkan bentuknya Awan terbagi menjadi 3 yaitu:
·         Sirrus, yaitu awan yang berbentuk halus dan berserat seperti bulu ayam. Awan ini tidak dapat menimbulkan hujan.
·         Stratus, yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehinga menutupi langit secara merata.
·         Kumulus, yaitu awan yang bentuknyaa bergumpal-gumpal dan dasarnya horizontal.

Jenis-Jenis Awan - Sesuai hasil kongres internasional yang diadakan di munchen (Jerman) tahun 1802 dan Uppsala (Swedia) tahun 1894, Awan dikelompokkan dalam 4 kelompok utama, yaitu awan tinggi, awan sedang, awan rendah, dan awan dengan perkembangan vertikal.

Kelompok Awan Udara Naik
Kelompok awan ini terletak pada ketinggian antara 500- 1500 m. Macam-macam jenis awan udara naik adalah sebagai berikut:
1. Awan KumuloNimbus (Cu-Ni)
Awan CumolaNimbus (KumuloNimbus) merupakan awan yang menimbulkan hujan dengan kilat guntur. Biasanya awan Sirostratus terdapat di atas awan Kumulonimbus. Hal ini biasah terjadi pada waktu angin ribut.


Ciri Ciri Awan KumuloNimbus adalah sebagai berikut:
·         Ketinggian Awan KumuloNimbus berkisar antara 2.000 - 16.000 m
·         Awan ini Berwarna putih/gelap dan menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur.
·         Awan ini berhubungan erat dengan hujan deras, badai. tornado dan petir.

2. Awan Kumulus (Cu)
Awan Kumulus (Cumulus) merupakan awan tebal dengan puncak-puncak yang tinggi, terbentuk di siang hari karena udara naik. Jika berhadapan dengan matahari terlihat terang dan jika memperoleh sinar hanya sebelah saja akan menghasilkan bayangan yang berwarna kelabu.

Ciri Ciri Awan Kumulus adalah sebagai berikut:
·         Dasar ketinggian awan ini umumnya 1000 m dan lebar 1 km.
·         Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Terlihat gumpalan putih atau cahaya kelabu yang tampak seperti bola kapas mengambang, awan ini berbentuk garis besar yang tajam dan dasar yang datar.

Kelompok Awan Rendah
Kelompok awan ini terletak pada ketinggian kurang dari 3 km. Macam-macam jenis awan rendah adalah sebagai berikut:
3. Awan NimboStratus (Ni-St)
Awan NimboStratus merupakan awan yang bentuknya tidak menentu, tepinya compang-camping tak beraturan dan berwarna putih kegelapan serta penyebarannya cukup luas. Awan ini menimbulkan hujan gerimis.


Ciri Ciri Awan NimboStratus adalah sebagai berikut:
·         Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas.
·         Ketinggian Awan NimboStratus antara 600 - 3.000 meter
·         Di Indonesia awan ini hanya menimbulkan gerimis.
·         Bentuknya tidak menentu ddengan pinggir compang-camping.


4. Awan Stratus (St)
Awan Stratus merupakan awan rendah dan luas dengan tinggi berada dibawah 200 m. Lapisan melebar seperti kabut dan berlapis-lapis. Antara kabut dan awan stratus pada dasarnya tidak berbeda.



Ciri Ciri Awan Stratus adalah sebagai berikut:
·         Lapisannya melebar seperti kabut dan berlapis.
·         Awan ini cukup rendah dan sangat luaas. Ketinggian awan Stratus di bawah 2000 m.

5. Awan StratoKumulus (St-Cu)
Awan StratoKumulus (StratoCumulus) merupakan awan yang berbentuk bola dan memiliki lapisan tipis yang sering menutupi langit sehingga tampak seperti gelombang lautan. awan ini merupakan jenis yang tidak menimbulkan hujan



Ciri Ciri Awan StratoKumulus adalah sebagai berikut:
·         Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang dan senja apabila atmosfer stabil.
·         Ketinggian Awan StratoKumulus berada dibawah 2.000 meter
·         Lapisan awan ini tipis dan tidak menghasilkan hujan.
·         Awan ini terlihat seperti bola-bola yang sering menutupi daerah seluruh langit, sehingga tampak seakan gelombang.
Kelompok Awan Menengah
Kelompok awan ini terletak pada ketinggian yang beragam, dimana pada kawasan beriklim sedang terletak pada ketinggian 2-7 km,  pada kawasan tropis jenis awan ini terdapat pada ketinggian 2-8 km dan kawasan yang terletak di kutup utara terletak di ketinggian 2-4 km. Macam-macam jenis awan menengah adalah sebagai berikut:

6. Awan AltoStratus (A-St)
Awan AltoStratus merupakan awan yang berbentuk luas dengan warna kelabu, sehingga pada matahari dan bulan tampak terang.



Ciri Ciri Awan AltoStratus adalah sebagai berikut:
·         Awan AltoStratus ini terbentuk pada waktu senja dan malam hari kemudian menghilang saat matahari terbit di awal pagi
·         Awan ini berwarna kekelabuan dan meliputi hampir seluruh bagian langit (luas).
·         Ketinggian Awan AltoStratus berada diantara 2.000 - 7.000 m.
·         Awan AltoStratus menghasilkan hujan seandainya dalam jumlah yang cukup tebal.


7. Awan AltoKumulus (A - Cu)
Awan AltoKumulus (AltoCumulus) merupakan awan yang berbentuk kecil-kecil dan berjumlah banyak. Umumnya berbentuk bola yang agak tebal, berwarna putih sampai pucat dan ada bagian yang kelabu. Awan ini bergerombol dan saling berdekatan sehingga tampak bahwa awan ini saling bergandengan.


Ciri Ciri Awan Altokumulus adalah sebagai berikut:
·         Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada waktu senja.
·         Awan ini kecil-kecil, tapi jumlahnya banyak
·         Ketinggian Awan Altokumulus berada diantara 2.000 - 7.000 m.
·         Tiap-Tiap elemen terlihat jelas tersisih antara satu dan yang lain dengan warna keputihan dan kelabu yang membedakannya dengan Awan Sirokumulus.
·         Biasanya berbentuk seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol dan sering berdekatan sehingga tampak saling bergandengan.
Kelompok Awan Tinggi
Kelompok awan ini terletak pada ketinggian yang beragam. Bila di kawasan tropis jenis awan ini terdapat pada ketinggian 6-18 km, pada kawasan yang beriklim sedang berada pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di kawasan kutup terletak pada ketinggian 3-8 km. Macam-macam jenis awan yang tergolong awan tinggi adalah sebagai berikut.

8. Awan SiroKumulus (Ci-Cu)
Awan SiroKumulus (Cirrocumulus) merupakan awan yang terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es serta berbentuk seperti segerombolan domba dan sering menimbulkan bayangan.

Gambar Awan SiroKumulus
Ciri Ciri Awan SiroKumulus adalah sebagai berikut:
·         Ketinggian Awan SiroKumulus berada diantara 6.000 - 12.000 m.
·         Bentuknya seperti terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es sehingga bentuknya seperti sekelompok domba dan sering menimbulkan bayangan


9. Awan Sirus (Ci)
Awan Sirus (Cirrus) merupakan awan halus dengan struktur seperti serat dan berbentuk seperti bulu burung. Awan cirrus (Ci) tersusun atas pita melengkung di langit, sehingga tampak bertemu satu atau dua titik horizon, dan sering terdapat kristal es.



Ciri Ciri Awan Sirrus adalah sebagai berikut:
·         Awan Sirrus berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas.
·         Awan Sirus ditiupkan angin timuran yang bergelora.
·         Awan ini terdiri dari halbor air yang terjadi disebabkan suhu terlalu dingin di atmosfer.
·         Awan ini halus, dan berstruktur seperti serat dan bentuknya mirip bulu burung. Awan Sirrus juga sering tersusun seperti pita yang melengkung di langit, sehingga seakan-akan tampak bertemu pada satu atau dua titik horizon
·         Ketinggian Awan Sirus berada diatas 5500 m.
·         Awan ini tidak menimbulkan hujan.

10. Awan Sirostratus (Ci-St)
Awan Sirostratus (Cirrostratus) merupakan awan yang berbentuk seperti kelambu putih yang halus dan rata dengan menutup seluruh langit sehingga tampak cerah atau juga terlihat seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur. Awan Sirostratus sering menimbulkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan. Hal ini sering terjadi di musim kering.



Ciri Ciri Awan Sirostratus adalah sebagai berikut:
·                     Awan ini juga menimbulkan hallo(lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan yang biasanya terjadi di musim kemarau.
·                     Ketinggian Awan Sirostratus berada diatas 6.000 m.
·                     Awan Sirostratus sulit dideteksi. Namun dengan adanya awan ini, biasanya menandakan datangnya front panas. hal tersebut mengindikasikan akan turun hujan atau jatuhnya presipitasi
·                     Bentuknya seperti kelembu putih yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga terlihat cerah, bisa juga tampak seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur.

 enis Jenis Awan, Pengertian Awan dan proses terbentuknya awan, itulah yang akan menjadi 3 point utama dalam Pembahasan Artikel kali ini yang bertemakan tentang awan. Secara umum,Pengertian Awan adalah kumpulan tetesan air atau kristal es di dalam atmosfer yang terjadi karena adanya pengembunan / pemadatan uap air yang terdapat di dalam udara setelah melampaui keadaan titik jenuh. Awan merupakan cikal bakal terjadinya huja, namun hal tersebut juga tergantung dari musim.

Sebelum kita menjelaskan mengenai Jenis Jenis Awan, adabaiknya kita mengenal terlebih dahulu Proses Terbentuknya Awan, Proses terbentuknya awan terjadi karena didalam Udara selalu terdapat uap air. Apabila uap air tersebut meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini terjadi dengan cara:
·         Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyengat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga samapai pada satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap tersebut akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
·         Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfer lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.

Setelah Awan sudah terbentuk maka dilanjut dengan Proses Terbentuknya Hujan, Berikut Prosesnya.
·         Apabila awan sudah terbentuk, titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan tersebut akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarikan bumi menariknya ke bawah. Hingalah sampai satu keadaan titik-titik tersebut akan terus jatuh ke bawah dan turunlah sebagai hujan.

Awan juga memiliki banyak Bentuk, hal tersebut karena terdapat berbagai hal yang mempengaruhi proses pembentukannya, Berikut Proses Terbentuknya Macam-Macam Bentuk Awan:
·         Namun seandainya titik-titik air ini bertemu dengan udara panas, titik-titik tersebut akan menguap dan lenyaplah awan tersebut. Inilah yang menyebabkan awan itu selalu berubah-ubah wujudnya. Air yang terdapat di dalam awan silih berganti menguap serta mencair. Inilah juga yang menyebabkan terkadang ada awan yang tidak membawa hujan.

Sebelum kita memaparkan mengenai Jenis Jenis Awan adabaiknya sobat mengetahui terlebih dahulu bentuk bentuk awan, berdasarkan bentuknya Awan terbagi menjadi 3 yaitu:
·         Sirrus, yaitu awan yang berbentuk halus dan berserat seperti bulu ayam. Awan ini tidak dapat menimbulkan hujan.
·         Stratus, yaitu awan yang tipis dan tersebar luas sehinga menutupi langit secara merata.
·         Kumulus, yaitu awan yang bentuknyaa bergumpal-gumpal dan dasarnya horizontal.

Jenis-Jenis Awan - Sesuai hasil kongres internasional yang diadakan di munchen (Jerman) tahun 1802 dan Uppsala (Swedia) tahun 1894, Awan dikelompokkan dalam 4 kelompok utama, yaitu awan tinggi, awan sedang, awan rendah, dan awan dengan perkembangan vertikal.

Kelompok Awan Udara Naik
Kelompok awan ini terletak pada ketinggian antara 500- 1500 m. Macam-macam jenis awan udara naik adalah sebagai berikut:
1. Awan KumuloNimbus (Cu-Ni)
Awan CumolaNimbus (KumuloNimbus) merupakan awan yang menimbulkan hujan dengan kilat guntur. Biasanya awan Sirostratus terdapat di atas awan Kumulonimbus. Hal ini biasah terjadi pada waktu angin ribut.


Ciri Ciri Awan KumuloNimbus adalah sebagai berikut:
·         Ketinggian Awan KumuloNimbus berkisar antara 2.000 - 16.000 m
·         Awan ini Berwarna putih/gelap dan menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur.
·         Awan ini berhubungan erat dengan hujan deras, badai. tornado dan petir.

2. Awan Kumulus (Cu)
Awan Kumulus (Cumulus) merupakan awan tebal dengan puncak-puncak yang tinggi, terbentuk di siang hari karena udara naik. Jika berhadapan dengan matahari terlihat terang dan jika memperoleh sinar hanya sebelah saja akan menghasilkan bayangan yang berwarna kelabu.


Ciri Ciri Awan Kumulus adalah sebagai berikut:
·         Dasar ketinggian awan ini umumnya 1000 m dan lebar 1 km.
·         Merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. Terlihat gumpalan putih atau cahaya kelabu yang tampak seperti bola kapas mengambang, awan ini berbentuk garis besar yang tajam dan dasar yang datar.

Kelompok Awan Rendah
Kelompok awan ini terletak pada ketinggian kurang dari 3 km. Macam-macam jenis awan rendah adalah sebagai berikut:
3. Awan NimboStratus (Ni-St)
Awan NimboStratus merupakan awan yang bentuknya tidak menentu, tepinya compang-camping tak beraturan dan berwarna putih kegelapan serta penyebarannya cukup luas. Awan ini menimbulkan hujan gerimis.


Ciri Ciri Awan NimboStratus adalah sebagai berikut:
·         Awan ini berwarna putih gelap yang penyebarannyaa di langit cukup luas.
·         Ketinggian Awan NimboStratus antara 600 - 3.000 meter
·         Di Indonesia awan ini hanya menimbulkan gerimis.
·         Bentuknya tidak menentu ddengan pinggir compang-camping.


4. Awan Stratus (St)
Awan Stratus merupakan awan rendah dan luas dengan tinggi berada dibawah 200 m. Lapisan melebar seperti kabut dan berlapis-lapis. Antara kabut dan awan stratus pada dasarnya tidak berbeda.



Ciri Ciri Awan Stratus adalah sebagai berikut:
·         Lapisannya melebar seperti kabut dan berlapis.
·         Awan ini cukup rendah dan sangat luaas. Ketinggian awan Stratus di bawah 2000 m.

5. Awan StratoKumulus (St-Cu)
Awan StratoKumulus (StratoCumulus) merupakan awan yang berbentuk bola dan memiliki lapisan tipis yang sering menutupi langit sehingga tampak seperti gelombang lautan. awan ini merupakan jenis yang tidak menimbulkan hujan

Ciri Ciri Awan StratoKumulus adalah sebagai berikut:
·         Awan ini berwarna kelabu/putih yang terjadi pada petang dan senja apabila atmosfer stabil.
·         Ketinggian Awan StratoKumulus berada dibawah 2.000 meter
·         Lapisan awan ini tipis dan tidak menghasilkan hujan.
·         Awan ini terlihat seperti bola-bola yang sering menutupi daerah seluruh langit, sehingga tampak seakan gelombang.
Kelompok Awan Menengah
Kelompok awan ini terletak pada ketinggian yang beragam, dimana pada kawasan beriklim sedang terletak pada ketinggian 2-7 km,  pada kawasan tropis jenis awan ini terdapat pada ketinggian 2-8 km dan kawasan yang terletak di kutup utara terletak di ketinggian 2-4 km. Macam-macam jenis awan menengah adalah sebagai berikut:

6. Awan AltoStratus (A-St)
Awan AltoStratus merupakan awan yang berbentuk luas dengan warna kelabu, sehingga pada matahari dan bulan tampak terang.



Ciri Ciri Awan AltoStratus adalah sebagai berikut:
·         Awan AltoStratus ini terbentuk pada waktu senja dan malam hari kemudian menghilang saat matahari terbit di awal pagi
·         Awan ini berwarna kekelabuan dan meliputi hampir seluruh bagian langit (luas).
·         Ketinggian Awan AltoStratus berada diantara 2.000 - 7.000 m.
·         Awan AltoStratus menghasilkan hujan seandainya dalam jumlah yang cukup tebal.


7. Awan AltoKumulus (A - Cu)
Awan AltoKumulus (AltoCumulus) merupakan awan yang berbentuk kecil-kecil dan berjumlah banyak. Umumnya berbentuk bola yang agak tebal, berwarna putih sampai pucat dan ada bagian yang kelabu. Awan ini bergerombol dan saling berdekatan sehingga tampak bahwa awan ini saling bergandengan.


Ciri Ciri Awan Altokumulus adalah sebagai berikut:
·         Awan Altokumulus berwarna kelabu atau putih dilihat pada waktu senja.
·         Awan ini kecil-kecil, tapi jumlahnya banyak
·         Ketinggian Awan Altokumulus berada diantara 2.000 - 7.000 m.
·         Tiap-Tiap elemen terlihat jelas tersisih antara satu dan yang lain dengan warna keputihan dan kelabu yang membedakannya dengan Awan Sirokumulus.
·         Biasanya berbentuk seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol dan sering berdekatan sehingga tampak saling bergandengan.
Kelompok Awan Tinggi
Kelompok awan ini terletak pada ketinggian yang beragam. Bila di kawasan tropis jenis awan ini terdapat pada ketinggian 6-18 km, pada kawasan yang beriklim sedang berada pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di kawasan kutup terletak pada ketinggian 3-8 km. Macam-macam jenis awan yang tergolong awan tinggi adalah sebagai berikut.

8. Awan SiroKumulus (Ci-Cu)
Awan SiroKumulus (Cirrocumulus) merupakan awan yang terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es serta berbentuk seperti segerombolan domba dan sering menimbulkan bayangan.

Ciri Ciri Awan SiroKumulus adalah sebagai berikut:
·         Ketinggian Awan SiroKumulus berada diantara 6.000 - 12.000 m.
·         Bentuknya seperti terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es sehingga bentuknya seperti sekelompok domba dan sering menimbulkan bayangan


9. Awan Sirus (Ci)
Awan Sirus (Cirrus) merupakan awan halus dengan struktur seperti serat dan berbentuk seperti bulu burung. Awan cirrus (Ci) tersusun atas pita melengkung di langit, sehingga tampak bertemu satu atau dua titik horizon, dan sering terdapat kristal es.


Ciri Ciri Awan Sirrus adalah sebagai berikut:
·         Awan Sirrus berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas.
·         Awan Sirus ditiupkan angin timuran yang bergelora.
·         Awan ini terdiri dari halbor air yang terjadi disebabkan suhu terlalu dingin di atmosfer.
·         Awan ini halus, dan berstruktur seperti serat dan bentuknya mirip bulu burung. Awan Sirrus juga sering tersusun seperti pita yang melengkung di langit, sehingga seakan-akan tampak bertemu pada satu atau dua titik horizon
·         Ketinggian Awan Sirus berada diatas 5500 m.
·         Awan ini tidak menimbulkan hujan.

10. Awan Sirostratus (Ci-St)
Awan Sirostratus (Cirrostratus) merupakan awan yang berbentuk seperti kelambu putih yang halus dan rata dengan menutup seluruh langit sehingga tampak cerah atau juga terlihat seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur. Awan Sirostratus sering menimbulkan hallo (lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan. Hal ini sering terjadi di musim kering.


Ciri Ciri Awan Sirostratus adalah sebagai berikut:
·    Awan ini juga menimbulkan hallo(lingkaran yang bulat) yang mengelilingi matahari dan bulan yang biasanya terjadi di musim kemarau.
·     Ketinggian Awan Sirostratus berada diatas 6.000 m.
·    Awan Sirostratus sulit dideteksi. Namun dengan adanya awan ini, biasanya menandakan datangnya front panas. hal tersebut mengindikasikan akan turun hujan atau jatuhnya presipitasi
·     Bentuknya seperti kelembu putih yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga terlihat cerah, bisa juga tampak seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur.


Tuesday, 21 February 2017

Perkembangan Peta


1. Periode Awal
Pemetaan (Kartografi) merupakan ilmu dan seni dalam pembuatan peta. Pertama kali, peta dibuat oleh bangsa Babilonia berupa lempengan berbentuk tablet dari tanah liat sekitar 2300 S.M. Pemetaan dijaman Yunani Kuno sangat maju pesat. Pada saat itu, Konsep dari Aristoteles bahwa bumi berbentuk bola bundar telah dikenal oleh para ahli filsafat (sekitar 350 S.M.) dan mendapat kesepakatan dari semua ahli bumi. Pemetaan di  Yunani dan Roma mencapai kejayaannya oleh Ptolemaeus (Ptolemy, sekitar 85 – 165 M). Peta dunia yang dihasilkannya menggambarkan dunia lama dengan pembagian Garis Lintang (Latitude) sekitar 60° Lintang Utara (N) sampai dengan 30° Lintang Selatan (S). Dia menulis sebuah karya besar Guide to Geography (Geographike Hyphygesis). Dengan meninggalkan karangan yang dijadikan sebagai acuan ilmu Geografi yang mendunia sejak jaman kebangkitannya.
2. Periode Pertengahan
Sepanjang periode pertengahan, Peta-peta wilayah Eropa didominasi dengan cara pandang agama, yang dikenal dengan peta T-O. Pada bentuk beta seperti ini, Jerusalem dilukiskan di tengah-tengah sebelah timur yang diorientasikan menuju bagian atas peta. Penjelajahan Bangsa Viking pada abad 12 di Utara Atlantic, secara perlahan menyatukan pemahaman mengenai bumi. Sementara itu, ilmu kartografi terus berkembang dengan lebih praktis dan realistic di wilayah Arab, termasuk daerah Mediterania. Tentu saja, cara pembuatan peta masih dilukis dengan tangan, dimana penyebarannya masih sangat dibatasi.
3. Periode Kejayaan
Penemuan alat cetak pembuat peta semakin banyak tersedia pada abad 15. Peta pada mulanya dicetak menggunakan papan kayu yang sudah diukir berupa peta. Percetakan dengan menggunakan lempeng tembaga yang diukir muncul pada abad 16 dan tetap menjadi standar pembuatan peta hingga teknik fotografis dikembangkan. Kemajuan utama dalam pembuatan peta mendapat perhatian sepanjang masa eksplorasi pada abad 15 dan 16. Para Pembuat peta mendapat jawaban dari Navigation Chart yang menyajikan garis pantai, pulau, sungai, pelabuhan dan simbol-simbol pelayaran. Termasuk garis-garis kompas dan paduan navigasi lainnya. Peta-peta ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi, digunakan untuk tujuan militer dan diplomatic hanya dimiliki oleh pemerintah sebagai dokumen rahasia negara. Pertama kali Peta Dunia disajikan secara utuh pada awal abad 16, meneruskan pelayaran dari Colombus dan yang lainnya untuk mencari dunia baru. Gerardus Mercator dari Flandes (Belgia) menjadi ahli pembuat peta terkenal pada pertengahan abad 16. Ia mengembangkan proyeksi silindris yang semakin luas digunakan untuk Navigation Chart dan Peta Global. Berdasarkan pada proyeksi ini ia menerbitkan sebuah peta pada tahun 1569. banyak proyeksi peta lain yang kemudian dikembangkan.
4. Periode Modern
Peta terus berkembang pada abad 17, 18 dan 19 secara lebih akurat dan nyata dengan menggunakan metode-metode yang ilmiah. Banyak Negara melakukan pemetaan sebagai program nasional. Meskipun demikian, sebagian belahan dunia banyak yang tidak diketahui walaupun menggunakan potret udara dengan melajutkan perjalanan Perang Dunia II. Pemetaan Modern berdasarkan pada kombinasi penginderaan jauh (Remote Sensing) dan pengecekan lapangan (Ground Observation). Geographic Information Systems (GIS) muncul pada periode 1970-80-an. GIS menggeser paradigma pembuatan peta. Pemetaan secara tradisional (Berupa Kertas) menuju pemetaan yang menampilkan gambar dan database secara bersamaan dengan menggunakan Informasi geografi. Pada GIS, database, analisa dan tampilan secara fisik dan konseptual dipisahkan dengan penanganan data geografinya. Sistem Informasi Geografis meliputi perangkat keras computer (Hardware), perangkat lunak (Software), data digital, Pengguna, sistem kerja, dan instansi pengumpul data, menyimpan, menganalisa dan menampilkan informasi georeferensi mengenai bumi (Nyerges 1993).


Teori Terjadinya Tata Surya

teori Nebula, Planetesimal, Pasang Surut, Bintang Kembar, Awan Debu. Bintang bintang yang lainnya pun kemungkinan besar memiliki sistem seperti tata surya dengan pusat dan lintasan orbit tertentu. Dalam arti lain, bukan tidak mungkin setiap bintang memiliki sistem bintang seperti matahari, karena matahari hanya merupakan satu dari miliaran bintang yang ada di jagat raya. Pertanyaannya mungkinkah ada kehidupan lain selain di bumi?

Benda-benda angkasa yang termasuk struktur utama dari sistem tata surya adalah:
1. matahari (the sun);
2. planet-planet (the planets);
3. bulan (the moon) dan satelit lainnya;
4. asteroid; dan
5. komet.


a. Teori Nebula
Teori Nebula kali pertama dikemukakan oleh seorang filsuf berkebangsaan Jerman yang bernama Immanuel Kant yang hidup antara tahun 1724–1804.

Menurut Kant, tata surya berasal dari nebula, yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi berputar sangat lambat. Perputaran yang lambat tersebut menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang memiliki berat jenis tinggi yang disebut inti massa pada beberapa tempat yang berbeda. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah, sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya. Akibat terjadinya proses pendinginan inti-inti massa yang lebih kecil maka berubahlah menjadi planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi disebut matahari.
eori nebula lainnya yang berkembang dikemukakan oleh seorang astronom berkebangsaan Prancis bernama Pierre Simon de Laplace yang hidup antara 1749–1827. Menurut Laplace, tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. Oleh karena perputaran yang terjadi sangat cepat, maka terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbedabeda. Bagian-bagian yang terlepas tersebut berputar dan pada akhirnya mendingin membentuk planet-planet, sedangkan bola gas asal menjadi matahari.

b. Teori Planetesimal
Moulton dan Chamberlain (1900) mengemukakan pendapat bahwa tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti berwujud gas dan bersuhu tinggi. Gabungan dari bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari.

c. Teori Pasang Surut
Astronom Jeans dan Jeffreys (1917) mengemukakan pendapat bahwa tata surya pada awalnya hanya terdiri dari matahari tanpa memiliki anggota. Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh adanya pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari. Lama kelamaan mendingin dan membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet.

d. Teori Bintang Kembar
Teori Bintang Kembar dikemukakan oleh seorang astronom ber kebangsaan Inggris yang bernama Lyttleton (1930). Teori ini mengemukakan bahwa awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi. Pada suatu masa, melintas bintang lain dan menabrak salah satu bintang kembar tersebut kemudian menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planetplanet yang mengelilingi bintang tetap bertahan, yaitu matahari.

e. Teori Awan Debu
Von Weizsaecker (1945) dan G.P. Kuiper (1950) mengemukakan pendapat bahwa tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri dari debu dan gas (hidrogen dan helium). Adanya ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan ter jadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan perputaran yang sangat cepat dan teratur sehingga ter bentuklah piringan seperti cakram. Inti cakram yang menggelembung kemudian menjadi matahari, sedangkan bagian pinggirnya berubah bentuk menjadi planet-planet.

Ahli astronomi lainnya yang mengemukakan teori awan debu antara lain F.L Whippel dari Amerika Serikat dan Hannes Alven dari Swedia. Menurutnya tata surya berawal dari matahari yang berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelilingnya yang kemudian membentuk planetplanet yang beredar mengelilingi matahari.

Monday, 20 February 2017

tata surya



 Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagaiplanet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris(10.100 juta km).

Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. 

Monday, 31 August 2015

jagat raya

A. Pengertian Jagat Raya
Jagat Raya merupakan ruang yang sangat luas tak terbatas. Jagat raya terdiri atas bermilyar-milyar galaksi, dan setiap galaksi terdiri atas bermilyar-milyar bintang. Benda-benda langit yang bertebaran di jagat raya sebenarnya masingmasing terikat pada suatu susunan atau kumpulan-kumpulan tertentu, dan bendabenda langit ini ada yang bisa terlihat secara langsung dengan mata telanjang maupun dengan teropong yang besar. Besar kecilnya ukuran benda-benda langit yang terlihat bisa disebabkan jarak antara benda-benda langit yang sangat jauh. Apabila langit dalam keadaan cerah, kita akan melihat bintang-bintang di langit yang jumlahnya sangat banyak. Disamping itu, kita akan melihat kenampakan seperti embun tipis yang membentang dari utara ke selatan. Embun atau kabut tipis ini ternyata merupakan kumpulan bintang-bintang yang jumlahnya banyak sekali, sebagai bagian daerah galaksi kita yakni Bima Sakti atau Kabut Susu (Milky Way). Galaksi kita ini berbentuk cakram (spiral). Bagian tengah galaksi Bima Sakti lebih tebal, terdiri sekitar 80 milyar bintang, dan bagian tepinya semakin menipis terdiri sekitar 20 milyar bintang. Dengan melihat galaksi Bima Sakti, sesungguhnya kita berada di tengah-tengah rapatnya bintang-bintang. 

B. Jagat Raya Mengembang
Edwin Hubble seorang astronom Amerika Serikat melakukan pengamatan terhadap galaksi, yaitu dengan pengukuran jarak berdasarkan spektrum. Panjang gelombang galaksi-galaksi banyak yang bergeser  dari panjang gelombang yang seharusnya. Pergeseran panjang gelombang ini dikenal dengan nama efek Doppler. Hasil pengamatan Hubble menunjukkan bahwa spektrum galaksi bergeser ke arah panjang gelombang merah, yang berarti galaksi bergerak menjauhi pengamat. Makin besar pergeseran merahnya makin cepat  gerakannya. Jika galaksi-galaksi saling menjauh maka konsekuensi logisnya dulu saling berdekatan. Dengan menghitung mundur pergerakan galaksi-galaksi di alam semesta, maka dahulu galaksi-galaksi tentulah saling berdekatan, bahkan menyatu, dengan kerapatan massanya yang sangat besar.  Pada kondisi ini tentunya  temperatur dan energi jagad raya ini amat sangat tinggi. Hal ini berarti bahwa galaksi-galaksi bergerak saling menjauh dan jagat raya mengembang menjadi lebih luas.  

Sunday, 8 December 2013

awan

Awan merupakan kumpulan titik air yang bersatu dan membentuk gumpalan-gumpalan di atmosfer. Proses pembentukan awan dinamakan kondensasi. Bentuk awan bermacam-macam ada yang seperti bulu domba, kain, kapas dan lain sebagainya. Kali ini akan dijelaskan mengenai penggolongan awan berdasarkan ketinggiannya. 



Berdasarkan ketinggiannya awan terbagi menjadi
1. Awan rendah 
2. Awan menengah
3. Awan tinggi

Awan rendah adalah awan yang memiliki ketinggian kurang dari 2000 m. Awan kategori ini diantaranya
  • Stratocumulus, memiliki ciri letaknya rendah, bentuk seperti gelombang, bergumpal, tebal dan luas. 

  • Stratus, memiliki ciri awannya luas, ketinggian kurang dari 1000 m, lapisannya melebar,



  • Nimbostratus, memiliki ciri awannya tebal, bentuk tidak beraturan, berwarna putih, merupakan awan hujan ringan



Awan menengah adalah awan yang memiliki ketinggian antara 2000 - 6000 m. Awan menengah diantaranya adalah
  • Altocumulus, memiliki ciri awannya kecil dan banyak, berbentuk seperti bola, warnanya putih sampai kelabu.

  • Altostratus, memiliki ciri berwarna kelabu, berlapis-lapis dan bersifat luas.

Awan tinggi adalah awan yang memiliki ketinggian 6000 - 12000 m. Awan kategori ini diantaranya
  • Cirrus, memiilki ciri berbentuk seperti bulu ayam, tidak menimbulkan hujan, berukuran kecil, tidak tebal dan tidak padat.

  • Cirrostratus, memiliki ciri warnanya putih kelabu dan halus, bentuknya seperti anyaman yang tidak teratur
  • Cirrocumulus, memiliki ciri awannya terputus-putus, dipenuhi kristal es dan berbentuk seperti gerombolan domba.

Satu lagi awan yang sering menyebabkan badai disertai hujan petir adalah cumulonimbus. Awan ini dapat terbentuk vertikal ke atas hingga membentuk awan badai raksasa. 





Itulah kategori awan berdasarkan ketinggiannya. Jika disimpulkan dalam sebuah gambar kategori awan dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Semoga bermanfaat.




Sunday, 24 November 2013

aspek aspek geografi

Standar Kompetensi : 1. Memahami konsep, pendekatan ,prinsip dan aspek geografi
Kompetensi Dasar    : 1.4 Menjelaskan aspek-aspek geografi,
Indikator                   : -   Mengidentifikasi aspek-aspek geografi 
                                    -   Menjelaskan perbedaan aspek-aspek geografi
                                    -   Menerapkan aspek-aspek  geografi dalam kajian gejala geosfer
                                    -   Menjelaskan cabang  geografi dan ilmu penunjang geografi
                                           
MATERI PEMBELAJARAN
A. Aspek-Aspek Geografi
Dalam garis besar, geografi dapat dibagi menjadi dua bagian, geografi fisik dan geografi manusia. Fisik geografi studi tentang aspek-aspek fisik, sementara manusia-sosial-geografi studi tentang aspek-aspek sosial.Kedua aspek memiliki pengaruh pada lingkungan hidup manusia. Aspek fisik meliputi: bantuan bumi, mineral dan struktur batuan, air, cuaca dan iklim, flora fauna juga. Sementara itu, aspek sosial melibatkan aspek sosial, ekonomi politik, dan budaya. Dalam geografi, aspek fisik dan aspek sosial selalu berhubungan dengan ilmu-ilmu lain. Secara umum Aspek Geografi dibagi menjadi dua yaitu :
1.      Aspek Fisis/fisik
Aspek fisik dalam geografi merupakan kajian fenomena geosfer yang bersifat fisik antara lain meliputi ; Tanah(pedosfer),iklim,cuaca, air dan segala proses alaminya. Geografi fisik mempelajari lanskap atau bentang alam fisik Bumi, misalnya gunung, dataran rendah, sungai, dan pesisir. Geografi fisik menjelaskan penyebaran kenampakan alam yang bervariasi serta mencari jawaban tentang pembentukan dan perubahannya dari kenampakan masa lalu.. Aspek ini dapat mempengaruhi kehidupan manusia/keberlangsungan hidup manusia. Hal ini dapat dilihat dari fenomena kehidpan kita sehari-hari, yaitu :
a.       Iklim dan unsur-unsurnya
Iklim merupakan elemen geografis penting yang dapat mempengaruhi kegiatan manusia. Kondisi Iklim di permukaan bumi bervariasi. Faktor-faktor yang membentuk dari kawasan Asia adalah negara kepulauan yang memiliki empat karakteristik iklim dasar, mereka adalah:
1.   suhu rata-rata tahunan yang tinggi.
2.   Memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.
3.   kelembaban udara tinggi.
Pengaruh iklim terhadap kegiatan manusia:
1.   Nelayan mulai pergi ke laut (berlayar ke laut) di malam hari, karena mereka menggunakan angin lahan, sebaliknya pada siang hari, nelayan kembali ke tanah dengan menggunakan angin laut.
2.    Sekitar bulan Oktober-April petani dari Asia mulai bekerja di tanah mereka, karena dalam bulan-bulan tersebut merupakan musim hujan.
b.       Gempa bumi
Gempa, baik tektonik maupun vulkanik, sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Jumlah gempa kali terjadi dipengaruhi oleh posisi geologi.
Efek yang dihasilkan oleh gempa pada kehidupan di permukaan bumi sangat luas, misalnya:
1.      Kehadiran gempa tektonik dapat membantu ahli geologi untuk menentukan isi
dari mineral dalam litosfer.
2.      Kehadiran gempa dapat membantu arsitek dalam menentukan bentuk rumah
dan bahan yang digunakan untuk membangun rumah yang tahan gempa.
2.      Aspek Sosial
Geografi sosial menekankan pada manusia sebgai obyek studi pokok dengan berbagai gejalanya dimuka bumi. Geografi manusia mempelajari lanskap atau bentang lahan manusia (budaya), misalnya komponen-komponen buatan manusia seperti jalan, saluran air, permukiman, pusat kegiatan, dan bangunan. Geografi manusia mencoba mendeskripsikan dan menjelaskan pola-pola kenampakan manusia dan kegiatannya serta meneliti hubungan antara manusia dan lingkungannya. Aspek-aspek dalam geografi manusia yaitu aspek kependudukan, aspek aktivitas ekonomi,sosial,budaya dan politiknya.
Antara geografi fisik dan geografi manusia sangat berkaitan. Lingkungan fisik membatasi dan mengatur kondisi yang berpengaruh terhadap perilaku manusia dan budaya. Sebagai contoh, iklim tertentu cocok untuk pertumbuhan jenis tanaman tertentu. Tanaman seperti padi, tumbuh subur di daerah yang banyak menerima curah hujan. Akan tetapi, agar manusia tetap dapat menanam padi di daerah kurang hujan, mereka melakukan modifikasi lahan dengan membuat saluran pengairan dan kadangkadang mengeksplorasi lingkungan fisik.
B.      Cabang- Cabang Geografi
Secara garis besar disiplin ilmu geografi dibagi menjadi dua yaitu Geografi fisik dan geografi Sosial:
1.         Geografi Fisik
Geografi fisik mempelajari gejala fisik dari permukaan bumi yang meliputi tanah, air, udara dengan segala proses dan dinamikanya. Penekanan geografi fisik adalah gejala alamiah permukaan bumi yang menjadi tempat hidup manusia.
Kajian geografi fisik ditunjang oleh kajian Geologi, Geomorfologi, Ilmu Tanah, Meteorologi, Klimatologi dan Oseanografi.
a.     Geologi mempelajari tentang bagaimana bumi terbentuk dan mengalami
perubahan dari waktu ke waktu.
b.    Geomorfologi mempelajari bentuk permukaan lahan dan sejarah pembentukanya.
c.     Ilmu Tanah mempelajari sifat-sifat fisik tanah dan segala seluk beluk mengenai
jenis tanah yang terdapat di alam.
d.    Meteorologi dan Klimatologi mempelajari gejala cuaca dan iklim yang terjadi di
alam.
e.     Oseanografi mempelajari tentang seluk beluk kelautan seperti sifat- sifat salinitas,
arus laut, sedimen kelautan.
Di dalam telaahan geografi fisik senantiasa menekankan kepada keterkaitan dengan kepentingan hidup manusia. Cabang-cabang geografi fisik antara lain geografi tanah, geografi tumbuhan dan geografi hewan.     
2.         Geografi Sosial(manusia)
Geografi (sosial) manusia merupakan cabang geografi yang mempelajari tentang aspek keruangan yang dijadikan sebagai tempat terjadinya aktivitas manusia. Geografi manusia terbagi menjadi beberapa cabang yaitu geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman, dan geografi sosial.
Geografi manusia disebut juga dengan istilah geografi sosial mayor. Adapun geografi sosial yang cabangnya terdiri atas kajian geografi manusia disebut geografi sosial minor.
Terdapat perbedaan mendasar di antara geografi manusia dengan geografi sosial minor dalam keluasan pembahasannya. Kajian dalam geografi manusia ditunjang oleh ilmu politik, ekonomi, dan sosiologi. Selain ilmu-ilmu penunjang yang telah disebutkan, dalam geografi dikenal dengan teknik penunjang untuk melakukan analisisnya. Teknik penunjang tersebut antara lain mencakup kartografi yaitu ilmu tentang perpetaan, penginderaan jauh (ilmu tentang pemantauan jarak jauh objek-objek geografis) dan sistem informasi geografis yaitu ilmu tentang analisis fenomena-fenomena geografis dan nongeografis terhadap suatu wilayah dan peruntukannya.

3.      Geografi teknik    
                 Geografi teknik mempelajari cara-cara memvisualisasikan dan menganalisis data dan informasi geografis dalam bentuk peta, diagram, foto udara dan citra hasil penginderaan jauh. Cabang ilmu geografi teknik yaitu sebagai berikut.      
Kartografi adalah ilmu dan seni membuat peta yang menyajikan hasil-hasil ukuran dan pengumpulan data berbagai unsur permukaan bumi yang telah dilakukan oleh surveyor, geograf, kartograf, dan lain-lain.         
Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni yang memperoleh informasi mengenai objek, daerah, atau gejala dengan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, daerah, atau gejala yang dikaji.    
             Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem informasi berbasis komputer yang dapat menyimpan, mengelola, memproses, menganalisis data geografis dan nongeografis serta menyediakan informasi dan grafis secara terpadu.      

Menelaah setiap gejala di permukaan bumi, geografi tidak memilahkan aspek fisik dan manusia, tetapi selalu memadukan keduanya, aspek fisik dan manusia ditelaah secara terintegrasi. Perpaduan antara geografi fisik dan geografi manusia secara faktual di lapangan menghasilkan geografi regional. Regional adalah geosfer ditelaah dengan menggunakan pendekatan geografi, sehingga regional adalah objek formal dari ilmu geografi.


SOAL !!!
·         Essai terbuka
1.    Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang obyek kajiannya adalah muka bumi dengan segala interaksinya. Jelaskan apa yang dimaksud dengan aspek fisik?
2.    Secara umum aspek geografi di bagi menjadi 2 yaitu aspek fisik dan aspek sosial.
Apa yang dimaskud dengan aspek sosial?
3.    Kajian geografi fisik meliputi beberapa kaijian yaitu geologi, geomorfologi, meteorologi klimatologi dan oseanografi. Berikian penjelasan tentang ke lima istilah tersebut!
4.    Aspek geografi sosial menkankan pada pola kehidup manusia dimuka bumi. Berikan contoh aspek geografi sosial dalam kehidupan sehari hari!
5.    Geografi manusia mempelajari manusia dalam ruang termasuk didalamnya jumlah penduduk, penyebaran penduduk,akvitas ekonomi,politik dan sosial. Jelaskan  perbedaan cabang  geografi fisik antara ilmu ekonomi dengan geografi ekonomi.

KUNCI JAWABAN
·         Essai terbuka
1.    Aspek fisik dalam geografi yaitu membahas unsur-unsusr geosfer yang bersifat fisik yang meliputi tanah(litosfer),air(hidrosfer),udara(atmosfer) dan hewan dan tumbuhan (biosfer).(2)
2.    Aspek sosial dalam geografi yaitu mengambil manusia dengan berbagai gejalanya sebagai obyek studi pokok yang meliputi aspek kependudukan, ekonomi, sosial ,budaya dan politiknya.(2)
3.    a. Geologi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana bumi terbentuk dan 
    mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
b.    Geomorfologi mempelajari bentuk permukaan lahan dan sejarah pembentukannya
c.    Meteorologi dan klimatologi mempelajari tentang gejala cuaca dan iklim.
d.   Oseanografi mempelajari tantang seluk beluk kelautan. (3)
4.    Misalkan aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-shari dengan berdagang. Interaksi sosial masyakar di suatu wilayah dll. (1)
5.    Ilmu ekonomi  adalah ilmu pengetahuan yang mmepelajari usaha –usaha manusia untuk mencapai kemakmuran,gejalanya , hubungan timbal balik dari usaha tersebut.
Sedangkan geografi ekonomi adalah membahas bagaimana usaha manusia mengeksploitasi sumber daya alam, mengahasilkan barang,pola lokasi dan persebarannya dari suatu kegiatan industri. (2)

·         Penilaian : 10

Pengertian Tenaga Endogen dan Eksogen

Tenaga Endogen adalah tenaga pengubah muka bumi yang berasal dari dalam bumi, sedangkan Tenaga Eksogen adalah tenaga pengubah muka bumi ...