Showing posts with label kelas x. Show all posts
Showing posts with label kelas x. Show all posts

Tuesday, 21 February 2017

Teori Terjadinya Tata Surya

teori Nebula, Planetesimal, Pasang Surut, Bintang Kembar, Awan Debu. Bintang bintang yang lainnya pun kemungkinan besar memiliki sistem seperti tata surya dengan pusat dan lintasan orbit tertentu. Dalam arti lain, bukan tidak mungkin setiap bintang memiliki sistem bintang seperti matahari, karena matahari hanya merupakan satu dari miliaran bintang yang ada di jagat raya. Pertanyaannya mungkinkah ada kehidupan lain selain di bumi?

Benda-benda angkasa yang termasuk struktur utama dari sistem tata surya adalah:
1. matahari (the sun);
2. planet-planet (the planets);
3. bulan (the moon) dan satelit lainnya;
4. asteroid; dan
5. komet.


a. Teori Nebula
Teori Nebula kali pertama dikemukakan oleh seorang filsuf berkebangsaan Jerman yang bernama Immanuel Kant yang hidup antara tahun 1724–1804.

Menurut Kant, tata surya berasal dari nebula, yaitu gas atau kabut tipis yang sangat luas dan bersuhu tinggi berputar sangat lambat. Perputaran yang lambat tersebut menyebabkan terbentuknya konsentrasi materi yang memiliki berat jenis tinggi yang disebut inti massa pada beberapa tempat yang berbeda. Inti massa yang terbesar terbentuk di tengah, sedangkan yang kecil terbentuk di sekitarnya. Akibat terjadinya proses pendinginan inti-inti massa yang lebih kecil maka berubahlah menjadi planet-planet, sedangkan yang paling besar masih tetap dalam keadaan pijar dan bersuhu tinggi disebut matahari.
eori nebula lainnya yang berkembang dikemukakan oleh seorang astronom berkebangsaan Prancis bernama Pierre Simon de Laplace yang hidup antara 1749–1827. Menurut Laplace, tata surya berasal dari bola gas yang bersuhu tinggi dan berputar sangat cepat. Oleh karena perputaran yang terjadi sangat cepat, maka terlepaslah bagian-bagian dari bola gas tersebut dalam ukuran dan jangka waktu yang berbedabeda. Bagian-bagian yang terlepas tersebut berputar dan pada akhirnya mendingin membentuk planet-planet, sedangkan bola gas asal menjadi matahari.

b. Teori Planetesimal
Moulton dan Chamberlain (1900) mengemukakan pendapat bahwa tata surya berasal dari adanya bahan-bahan padat kecil yang disebut planetesimal yang mengelilingi inti berwujud gas dan bersuhu tinggi. Gabungan dari bahan-bahan padat kecil itu kemudian membentuk planet-planet, sedangkan inti massa yang bersifat gas dan bersuhu tinggi membentuk matahari.

c. Teori Pasang Surut
Astronom Jeans dan Jeffreys (1917) mengemukakan pendapat bahwa tata surya pada awalnya hanya terdiri dari matahari tanpa memiliki anggota. Planet-planet dan anggota lainnya terbentuk karena adanya bagian dari matahari yang tertarik dan terlepas oleh adanya pengaruh gravitasi bintang yang melintas ke dekat matahari. Bagian yang terlepas itu berbentuk seperti cerutu panjang (bagian tengah besar dan kedua ujungnya mengecil) yang terus berputar mengelilingi matahari. Lama kelamaan mendingin dan membentuk bulatan-bulatan yang disebut planet.

d. Teori Bintang Kembar
Teori Bintang Kembar dikemukakan oleh seorang astronom ber kebangsaan Inggris yang bernama Lyttleton (1930). Teori ini mengemukakan bahwa awalnya matahari merupakan bintang kembar yang satu dengan lainnya saling mengelilingi. Pada suatu masa, melintas bintang lain dan menabrak salah satu bintang kembar tersebut kemudian menghancurkannya menjadi bagian-bagian kecil yang terus berputar dan mendingin menjadi planetplanet yang mengelilingi bintang tetap bertahan, yaitu matahari.

e. Teori Awan Debu
Von Weizsaecker (1945) dan G.P. Kuiper (1950) mengemukakan pendapat bahwa tata surya berasal dari awan yang sangat luas yang terdiri dari debu dan gas (hidrogen dan helium). Adanya ketidakteraturan dalam awan tersebut menyebabkan ter jadinya penyusutan karena gaya tarik menarik dan gerakan perputaran yang sangat cepat dan teratur sehingga ter bentuklah piringan seperti cakram. Inti cakram yang menggelembung kemudian menjadi matahari, sedangkan bagian pinggirnya berubah bentuk menjadi planet-planet.

Ahli astronomi lainnya yang mengemukakan teori awan debu antara lain F.L Whippel dari Amerika Serikat dan Hannes Alven dari Swedia. Menurutnya tata surya berawal dari matahari yang berputar dengan cepat dengan piringan gas di sekelilingnya yang kemudian membentuk planetplanet yang beredar mengelilingi matahari.

Monday, 20 February 2017

tata surya



 Tata Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil/katai, 173 satelit alami yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit (meteor, asteroid, komet) lainnya.
Tata Surya terbagi menjadi Matahari, empat planet bagian dalam, sabuk asteroid, empat planet bagian luar, dan di bagian terluar adalah Sabuk Kuiper dan piringan tersebar. Awan Oort diperkirakan terletak di daerah terjauh yang berjarak sekitar seribu kali di luar bagian yang terluar.
Berdasarkan jaraknya dari Matahari, kedelapan planet Tata Surya ialah Merkurius (57,9 juta km), Venus (108 juta km), Bumi (150 juta km), Mars (228 juta km), Yupiter (779 juta km), Saturnus (1.430 juta km), Uranus (2.880 juta km), dan Neptunus (4.500 juta km). Sejak pertengahan 2008, ada lima objek angkasa yang diklasifikasikan sebagaiplanet kerdil. Orbit planet-planet kerdil, kecuali Ceres, berada lebih jauh dari Neptunus. Kelima planet kerdil tersebut ialah Ceres (415 juta km. di sabuk asteroid; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kelima), Pluto (5.906 juta km.; dulunya diklasifikasikan sebagai planet kesembilan), Haumea (6.450 juta km), Makemake (6.850 juta km), dan Eris(10.100 juta km).

Enam dari kedelapan planet dan tiga dari kelima planet kerdil itu dikelilingi oleh satelit alami. 

Monday, 31 August 2015

jagat raya

A. Pengertian Jagat Raya
Jagat Raya merupakan ruang yang sangat luas tak terbatas. Jagat raya terdiri atas bermilyar-milyar galaksi, dan setiap galaksi terdiri atas bermilyar-milyar bintang. Benda-benda langit yang bertebaran di jagat raya sebenarnya masingmasing terikat pada suatu susunan atau kumpulan-kumpulan tertentu, dan bendabenda langit ini ada yang bisa terlihat secara langsung dengan mata telanjang maupun dengan teropong yang besar. Besar kecilnya ukuran benda-benda langit yang terlihat bisa disebabkan jarak antara benda-benda langit yang sangat jauh. Apabila langit dalam keadaan cerah, kita akan melihat bintang-bintang di langit yang jumlahnya sangat banyak. Disamping itu, kita akan melihat kenampakan seperti embun tipis yang membentang dari utara ke selatan. Embun atau kabut tipis ini ternyata merupakan kumpulan bintang-bintang yang jumlahnya banyak sekali, sebagai bagian daerah galaksi kita yakni Bima Sakti atau Kabut Susu (Milky Way). Galaksi kita ini berbentuk cakram (spiral). Bagian tengah galaksi Bima Sakti lebih tebal, terdiri sekitar 80 milyar bintang, dan bagian tepinya semakin menipis terdiri sekitar 20 milyar bintang. Dengan melihat galaksi Bima Sakti, sesungguhnya kita berada di tengah-tengah rapatnya bintang-bintang. 

B. Jagat Raya Mengembang
Edwin Hubble seorang astronom Amerika Serikat melakukan pengamatan terhadap galaksi, yaitu dengan pengukuran jarak berdasarkan spektrum. Panjang gelombang galaksi-galaksi banyak yang bergeser  dari panjang gelombang yang seharusnya. Pergeseran panjang gelombang ini dikenal dengan nama efek Doppler. Hasil pengamatan Hubble menunjukkan bahwa spektrum galaksi bergeser ke arah panjang gelombang merah, yang berarti galaksi bergerak menjauhi pengamat. Makin besar pergeseran merahnya makin cepat  gerakannya. Jika galaksi-galaksi saling menjauh maka konsekuensi logisnya dulu saling berdekatan. Dengan menghitung mundur pergerakan galaksi-galaksi di alam semesta, maka dahulu galaksi-galaksi tentulah saling berdekatan, bahkan menyatu, dengan kerapatan massanya yang sangat besar.  Pada kondisi ini tentunya  temperatur dan energi jagad raya ini amat sangat tinggi. Hal ini berarti bahwa galaksi-galaksi bergerak saling menjauh dan jagat raya mengembang menjadi lebih luas.  

Sunday, 8 December 2013

awan

Awan merupakan kumpulan titik air yang bersatu dan membentuk gumpalan-gumpalan di atmosfer. Proses pembentukan awan dinamakan kondensasi. Bentuk awan bermacam-macam ada yang seperti bulu domba, kain, kapas dan lain sebagainya. Kali ini akan dijelaskan mengenai penggolongan awan berdasarkan ketinggiannya. 



Berdasarkan ketinggiannya awan terbagi menjadi
1. Awan rendah 
2. Awan menengah
3. Awan tinggi

Awan rendah adalah awan yang memiliki ketinggian kurang dari 2000 m. Awan kategori ini diantaranya
  • Stratocumulus, memiliki ciri letaknya rendah, bentuk seperti gelombang, bergumpal, tebal dan luas. 

  • Stratus, memiliki ciri awannya luas, ketinggian kurang dari 1000 m, lapisannya melebar,



  • Nimbostratus, memiliki ciri awannya tebal, bentuk tidak beraturan, berwarna putih, merupakan awan hujan ringan



Awan menengah adalah awan yang memiliki ketinggian antara 2000 - 6000 m. Awan menengah diantaranya adalah
  • Altocumulus, memiliki ciri awannya kecil dan banyak, berbentuk seperti bola, warnanya putih sampai kelabu.

  • Altostratus, memiliki ciri berwarna kelabu, berlapis-lapis dan bersifat luas.

Awan tinggi adalah awan yang memiliki ketinggian 6000 - 12000 m. Awan kategori ini diantaranya
  • Cirrus, memiilki ciri berbentuk seperti bulu ayam, tidak menimbulkan hujan, berukuran kecil, tidak tebal dan tidak padat.

  • Cirrostratus, memiliki ciri warnanya putih kelabu dan halus, bentuknya seperti anyaman yang tidak teratur
  • Cirrocumulus, memiliki ciri awannya terputus-putus, dipenuhi kristal es dan berbentuk seperti gerombolan domba.

Satu lagi awan yang sering menyebabkan badai disertai hujan petir adalah cumulonimbus. Awan ini dapat terbentuk vertikal ke atas hingga membentuk awan badai raksasa. 





Itulah kategori awan berdasarkan ketinggiannya. Jika disimpulkan dalam sebuah gambar kategori awan dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Semoga bermanfaat.




Sunday, 24 November 2013

aspek aspek geografi

Standar Kompetensi : 1. Memahami konsep, pendekatan ,prinsip dan aspek geografi
Kompetensi Dasar    : 1.4 Menjelaskan aspek-aspek geografi,
Indikator                   : -   Mengidentifikasi aspek-aspek geografi 
                                    -   Menjelaskan perbedaan aspek-aspek geografi
                                    -   Menerapkan aspek-aspek  geografi dalam kajian gejala geosfer
                                    -   Menjelaskan cabang  geografi dan ilmu penunjang geografi
                                           
MATERI PEMBELAJARAN
A. Aspek-Aspek Geografi
Dalam garis besar, geografi dapat dibagi menjadi dua bagian, geografi fisik dan geografi manusia. Fisik geografi studi tentang aspek-aspek fisik, sementara manusia-sosial-geografi studi tentang aspek-aspek sosial.Kedua aspek memiliki pengaruh pada lingkungan hidup manusia. Aspek fisik meliputi: bantuan bumi, mineral dan struktur batuan, air, cuaca dan iklim, flora fauna juga. Sementara itu, aspek sosial melibatkan aspek sosial, ekonomi politik, dan budaya. Dalam geografi, aspek fisik dan aspek sosial selalu berhubungan dengan ilmu-ilmu lain. Secara umum Aspek Geografi dibagi menjadi dua yaitu :
1.      Aspek Fisis/fisik
Aspek fisik dalam geografi merupakan kajian fenomena geosfer yang bersifat fisik antara lain meliputi ; Tanah(pedosfer),iklim,cuaca, air dan segala proses alaminya. Geografi fisik mempelajari lanskap atau bentang alam fisik Bumi, misalnya gunung, dataran rendah, sungai, dan pesisir. Geografi fisik menjelaskan penyebaran kenampakan alam yang bervariasi serta mencari jawaban tentang pembentukan dan perubahannya dari kenampakan masa lalu.. Aspek ini dapat mempengaruhi kehidupan manusia/keberlangsungan hidup manusia. Hal ini dapat dilihat dari fenomena kehidpan kita sehari-hari, yaitu :
a.       Iklim dan unsur-unsurnya
Iklim merupakan elemen geografis penting yang dapat mempengaruhi kegiatan manusia. Kondisi Iklim di permukaan bumi bervariasi. Faktor-faktor yang membentuk dari kawasan Asia adalah negara kepulauan yang memiliki empat karakteristik iklim dasar, mereka adalah:
1.   suhu rata-rata tahunan yang tinggi.
2.   Memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau.
3.   kelembaban udara tinggi.
Pengaruh iklim terhadap kegiatan manusia:
1.   Nelayan mulai pergi ke laut (berlayar ke laut) di malam hari, karena mereka menggunakan angin lahan, sebaliknya pada siang hari, nelayan kembali ke tanah dengan menggunakan angin laut.
2.    Sekitar bulan Oktober-April petani dari Asia mulai bekerja di tanah mereka, karena dalam bulan-bulan tersebut merupakan musim hujan.
b.       Gempa bumi
Gempa, baik tektonik maupun vulkanik, sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Jumlah gempa kali terjadi dipengaruhi oleh posisi geologi.
Efek yang dihasilkan oleh gempa pada kehidupan di permukaan bumi sangat luas, misalnya:
1.      Kehadiran gempa tektonik dapat membantu ahli geologi untuk menentukan isi
dari mineral dalam litosfer.
2.      Kehadiran gempa dapat membantu arsitek dalam menentukan bentuk rumah
dan bahan yang digunakan untuk membangun rumah yang tahan gempa.
2.      Aspek Sosial
Geografi sosial menekankan pada manusia sebgai obyek studi pokok dengan berbagai gejalanya dimuka bumi. Geografi manusia mempelajari lanskap atau bentang lahan manusia (budaya), misalnya komponen-komponen buatan manusia seperti jalan, saluran air, permukiman, pusat kegiatan, dan bangunan. Geografi manusia mencoba mendeskripsikan dan menjelaskan pola-pola kenampakan manusia dan kegiatannya serta meneliti hubungan antara manusia dan lingkungannya. Aspek-aspek dalam geografi manusia yaitu aspek kependudukan, aspek aktivitas ekonomi,sosial,budaya dan politiknya.
Antara geografi fisik dan geografi manusia sangat berkaitan. Lingkungan fisik membatasi dan mengatur kondisi yang berpengaruh terhadap perilaku manusia dan budaya. Sebagai contoh, iklim tertentu cocok untuk pertumbuhan jenis tanaman tertentu. Tanaman seperti padi, tumbuh subur di daerah yang banyak menerima curah hujan. Akan tetapi, agar manusia tetap dapat menanam padi di daerah kurang hujan, mereka melakukan modifikasi lahan dengan membuat saluran pengairan dan kadangkadang mengeksplorasi lingkungan fisik.
B.      Cabang- Cabang Geografi
Secara garis besar disiplin ilmu geografi dibagi menjadi dua yaitu Geografi fisik dan geografi Sosial:
1.         Geografi Fisik
Geografi fisik mempelajari gejala fisik dari permukaan bumi yang meliputi tanah, air, udara dengan segala proses dan dinamikanya. Penekanan geografi fisik adalah gejala alamiah permukaan bumi yang menjadi tempat hidup manusia.
Kajian geografi fisik ditunjang oleh kajian Geologi, Geomorfologi, Ilmu Tanah, Meteorologi, Klimatologi dan Oseanografi.
a.     Geologi mempelajari tentang bagaimana bumi terbentuk dan mengalami
perubahan dari waktu ke waktu.
b.    Geomorfologi mempelajari bentuk permukaan lahan dan sejarah pembentukanya.
c.     Ilmu Tanah mempelajari sifat-sifat fisik tanah dan segala seluk beluk mengenai
jenis tanah yang terdapat di alam.
d.    Meteorologi dan Klimatologi mempelajari gejala cuaca dan iklim yang terjadi di
alam.
e.     Oseanografi mempelajari tentang seluk beluk kelautan seperti sifat- sifat salinitas,
arus laut, sedimen kelautan.
Di dalam telaahan geografi fisik senantiasa menekankan kepada keterkaitan dengan kepentingan hidup manusia. Cabang-cabang geografi fisik antara lain geografi tanah, geografi tumbuhan dan geografi hewan.     
2.         Geografi Sosial(manusia)
Geografi (sosial) manusia merupakan cabang geografi yang mempelajari tentang aspek keruangan yang dijadikan sebagai tempat terjadinya aktivitas manusia. Geografi manusia terbagi menjadi beberapa cabang yaitu geografi penduduk, geografi ekonomi, geografi politik, geografi permukiman, dan geografi sosial.
Geografi manusia disebut juga dengan istilah geografi sosial mayor. Adapun geografi sosial yang cabangnya terdiri atas kajian geografi manusia disebut geografi sosial minor.
Terdapat perbedaan mendasar di antara geografi manusia dengan geografi sosial minor dalam keluasan pembahasannya. Kajian dalam geografi manusia ditunjang oleh ilmu politik, ekonomi, dan sosiologi. Selain ilmu-ilmu penunjang yang telah disebutkan, dalam geografi dikenal dengan teknik penunjang untuk melakukan analisisnya. Teknik penunjang tersebut antara lain mencakup kartografi yaitu ilmu tentang perpetaan, penginderaan jauh (ilmu tentang pemantauan jarak jauh objek-objek geografis) dan sistem informasi geografis yaitu ilmu tentang analisis fenomena-fenomena geografis dan nongeografis terhadap suatu wilayah dan peruntukannya.

3.      Geografi teknik    
                 Geografi teknik mempelajari cara-cara memvisualisasikan dan menganalisis data dan informasi geografis dalam bentuk peta, diagram, foto udara dan citra hasil penginderaan jauh. Cabang ilmu geografi teknik yaitu sebagai berikut.      
Kartografi adalah ilmu dan seni membuat peta yang menyajikan hasil-hasil ukuran dan pengumpulan data berbagai unsur permukaan bumi yang telah dilakukan oleh surveyor, geograf, kartograf, dan lain-lain.         
Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni yang memperoleh informasi mengenai objek, daerah, atau gejala dengan menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap objek, daerah, atau gejala yang dikaji.    
             Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah sistem informasi berbasis komputer yang dapat menyimpan, mengelola, memproses, menganalisis data geografis dan nongeografis serta menyediakan informasi dan grafis secara terpadu.      

Menelaah setiap gejala di permukaan bumi, geografi tidak memilahkan aspek fisik dan manusia, tetapi selalu memadukan keduanya, aspek fisik dan manusia ditelaah secara terintegrasi. Perpaduan antara geografi fisik dan geografi manusia secara faktual di lapangan menghasilkan geografi regional. Regional adalah geosfer ditelaah dengan menggunakan pendekatan geografi, sehingga regional adalah objek formal dari ilmu geografi.


SOAL !!!
·         Essai terbuka
1.    Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang obyek kajiannya adalah muka bumi dengan segala interaksinya. Jelaskan apa yang dimaksud dengan aspek fisik?
2.    Secara umum aspek geografi di bagi menjadi 2 yaitu aspek fisik dan aspek sosial.
Apa yang dimaskud dengan aspek sosial?
3.    Kajian geografi fisik meliputi beberapa kaijian yaitu geologi, geomorfologi, meteorologi klimatologi dan oseanografi. Berikian penjelasan tentang ke lima istilah tersebut!
4.    Aspek geografi sosial menkankan pada pola kehidup manusia dimuka bumi. Berikan contoh aspek geografi sosial dalam kehidupan sehari hari!
5.    Geografi manusia mempelajari manusia dalam ruang termasuk didalamnya jumlah penduduk, penyebaran penduduk,akvitas ekonomi,politik dan sosial. Jelaskan  perbedaan cabang  geografi fisik antara ilmu ekonomi dengan geografi ekonomi.

KUNCI JAWABAN
·         Essai terbuka
1.    Aspek fisik dalam geografi yaitu membahas unsur-unsusr geosfer yang bersifat fisik yang meliputi tanah(litosfer),air(hidrosfer),udara(atmosfer) dan hewan dan tumbuhan (biosfer).(2)
2.    Aspek sosial dalam geografi yaitu mengambil manusia dengan berbagai gejalanya sebagai obyek studi pokok yang meliputi aspek kependudukan, ekonomi, sosial ,budaya dan politiknya.(2)
3.    a. Geologi merupakan ilmu yang mempelajari bagaimana bumi terbentuk dan 
    mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
b.    Geomorfologi mempelajari bentuk permukaan lahan dan sejarah pembentukannya
c.    Meteorologi dan klimatologi mempelajari tentang gejala cuaca dan iklim.
d.   Oseanografi mempelajari tantang seluk beluk kelautan. (3)
4.    Misalkan aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-shari dengan berdagang. Interaksi sosial masyakar di suatu wilayah dll. (1)
5.    Ilmu ekonomi  adalah ilmu pengetahuan yang mmepelajari usaha –usaha manusia untuk mencapai kemakmuran,gejalanya , hubungan timbal balik dari usaha tersebut.
Sedangkan geografi ekonomi adalah membahas bagaimana usaha manusia mengeksploitasi sumber daya alam, mengahasilkan barang,pola lokasi dan persebarannya dari suatu kegiatan industri. (2)

·         Penilaian : 10

Wednesday, 23 October 2013

prinsip prinsip geografi

Standar Kompetensi : 1. Memahami konsep, pendekatan ,prinsip dan aspek geografi
Kompetensi Dasar   : 1.3 Menjelaskan Prinsip  Geografi
Indikator                  : -   Mengidentifikasi prinsip-prinsip Geografi
                                  -   Menjelaskan prinsip –prinsip geografi
                                  -   Menerapkan prinsip geografi dalam kajian gejala geosfer 
MATERI PEMBELAJARAN
1.    Prisnsip-prinsip Geografi
Dalam mempelajari geogarafi , kita mengenal empat prinsip utama yaitu Prinsip Persebaran(distribusi), Prinsip Interealsi(hubungan timbal balik),Deskripsi(Gambaran) dan Krologi(gabungan). Keempat ini merupakan dasar dalam uraian, pengkajian,dan pengungkapan gejala, variabel, faktor dan masalah geografi( Nursid Sumaatmadja, 1988:2) :
a.         Prinsip Persebaran(Distribusi)
Prinsip ini pada hakikatnya adalah terjadi persebaran gejala-gejala geosfer yang ada di permukaan bumi, di mana distribusi (penyebarannya) berbeda  antara satu tempat dengan tempat lainnya. Gejala geografi baik yang menyangkut kondisi fisik maupun sosial tersebar luas di permukaan bumi, tetapi penyebarannya tidaklah merata antara wilayah satu dengan wilayah lainnya. Dengan jalan menggambarkan dan memerhatikan persebaran gejala-gejala geografi di permukaan bumi maka dapat diungkapkan masalah-masalah yang berkaitan dengan gejala dan fakta tersebut, bahkan selanjutnya dapat digunakan untuk meramalkan keadaan pada masa yang akan datang. Prinsip distribusi dalam ruang ini menjadi kunci pertama dalam studi geografi. Berdasarkan pada prinsip distribusi ini, selanjutnya dapat ditetapkan prinsip-prinsip yang lain.
Sebagai contoh persebaran kandungan minyak bumi dan gas di wilayah Indonesia tidaklah merata, lebih banyak terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian barat, sedangkan di wilayah Indonesia bagian timur lebih banyak mengandung bahan mineral
b.        Prinsip Interelasi.(sebab-akibat)
Prinsip ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara gejala geografi yang satu dengan gejala geografi yang lain di muka bumi. Oleh karena itu setelah dilihat persebaran gejala geografi dalamsatu ruang atau wilayah tertentu maka dapat pula diungkapkan hubungan antara gejala geografi satu dengan gejala geografi lainnya. Selain itu dapat pula diungkapkan hubungan antara gejala-gejala yang ada di permukaan bumi. Misalnya hubungan antara gejala fisik dengan gejala fisik, antara gejala fisik dengan gejala sosial dan antara gejala sosial dengan gejala sosial. Dari interrelasi tersebut dapat diungkapkan karakteristik geografi dari suatu wilayah.
Sebagai contoh, usaha pembukaan lahan di hutan untuk keperluan area pertambangan akan menyebabkan terjadinya penebangan hutan dan berubahnya ekosistem satwa dan tumbuhan di area hutan tersebut
c.         Prinsip Deskripsi
Prinsip ini pada intinya memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang karakteristik yang spesifik pada gejala geografi. Gejala geografi berdimensi titik, garis, bidang, dan ruang. Prinsip deskripsi ini tidak saja dilaksanakan dengan menggunakan uraian dan peta melainkan juga dapat dilakukan dengan menggunakan diagram, grafik, maupun tabel. Bentuk-bentuk deskripsi harus dapat memberikan penjelasan kepada para pembaca agar dapat memahami tentang makna yang dibahas. Prinsip deskripsi digunakan untuk menjelaskan karakteristik gejala geografi yang dipelajari, hubungan antargejala, dan distribusi keruangannya. Dalam geografi urutan kegiatannya antara lain pengumpulan data, klasifikasi data, pemetaan, deskripsi tiap satuan pemetaan. Jadi deskripsi baru dapat dibuat setelah dilakukan pemetaan tentang kajian geografi yang dimaksud.
Sebagai contoh adalah peta persebaran curah hujan
d.        Prinsip Korologi(Gabungan)
Prinsip ini melihat permasa lahan geografi dari sudut pandang persebaran, interelasi dan interaksinya dalam suatu wilayah (region) dan ruang tertentu. Ruang ini menunjukkan karakteristik kesatuan gejala geografi, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk. Misal kita melihat definisi bumi, tidak hanya meliputi bagian luar dari kerak bumi tetapi mencakup pula lapisan atmosfer yang mengelilinginya, termasuk air yang ada di bumi, baik air yang ada di permukaan bumi maupun air tanah, serta makhluk hidup yang ada di dalamnya.
Sebagai contoh adalah ketika petani sedang melakukan kegiatan di sawah dengan segala kondisi geografi pada saat itu, serta fenomena-fenomena geosfer yang berlangsung.
Secara keseluruhan dapat dikemukakan bahwa dalam mengkaji gejala geografi pada suatu wilayah baik sempit maupun luas harus ditunjukkan mengenai persebaran gejala geografi, interrelasi antargejala, deskripsi masing-masing gejala dan hubungan keruangannya.
SOAL!!!!
Essai terbuka
1. Geografi selalu mnegkaji persamaan dan perbedaan antar satu wilayah dengan wilayah lain sehingga menimbulkan interaksi. Apa ayang dimaskud dengan prinsip interelasi?!
2. Persebaran fenomena geosfer dimuka bumi ini tidak merata untuk itu untuk mengtahui fenomena geosfer dimuka bumi geografi menggunakan prinsip persebaran. Apa yang dimaksud dengan prinsip pesebaran tersebut?!
3. Gejala-gejala geosfer sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Berikan contoh prisnip interelasi dalam kehidupan sehari-hari!
4. Geografi mengenal prinsip korologi untuk mengkaji gejala geosfer secara detail pada suatu wilayah. Jelaskan apa yang dimaksud dengan prinsip korologi.
5. Untuk mendapakan data yang faktual dalam mengakaji gejala geosfer perlu adanya prinsip korologi. Berikan contoh penerapan prinsip korologi dalam kehidupan sehari-hari! 
·         KUNCI JAWABAN
·         Essai terbuka
1.    Prinsip interelasi artinya bahwa antara komponen atau aspek-aspek lingkungan geografi senantiasa ada hubungan timbal balik atua saling terkait satu sama lain. (2)
2.    Prinsip persebaraan arinya bahwa gejala ,kenampakan dan masalah yang terdapat diruang muka bumi ini persebarannya bervariasi antar satu wilayah dengan wilayah lain.(2)
3.    Misalnya :daerah longsor erat kaitanya dengan morfologi yang kasar dengan kemiringan lebih dari 45%,kerusakan hutan(hutan gundul) dll.(2)
4.    Prinsip korologi merupakan gabungan dari ketiga prinsip geografi (interelasi ,persebaran,dan deskriptif).(1)
5.    Misalnya : pada kawasan daerah kapur(karts) terdapt banyak fenomena geosgrafis yang dapat membedakan dengan wilayah lain yang bukan daerah karst.daerah karts umumnya tandus,tanaman yang hidup merupakan tanaman keras, terdapat gua-gua kapur,stalagtit,stalagmit,sungai bawah tanah,uvala ,doline serta perubahan bentuk relief sering terjadi. Kondisi ini membedakan dengan wilayah lain.(3)
·         Penilaian : 2x5 =10


pendekatan geografi

Standar Kompetensi                       : 1. Memahami konsep, pendekatan ,prinsip dan aspek geografi
Kompetensi Dasar                           : 1.2 Menjelaskan Pendekatan Geografi
Indikator                                              : -   Menjelaskan perbedaaan metode / pendekatan geografi
-          menerapakan metode/pendekatan geografi dalam mengkaji fenomena geosfer
MATERI PEMBELAJARAN
1.      PENDEKATAN GEOGRAFI
Pendekatan (approach) yang digunakan dalam kajian geografi terdiri atas 3 macam, yaitu analisis keruangan (spaƂ­tial analysis), analisis ekologi (ecological analysis). dan analisis kompleks wilayah (regional complex analysis). Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan dalam geografi tidak membedakan antara elemen fisik dan nonfisik.

Sunday, 6 October 2013

ASPEK GEOGRAFI

Standar Kompetensi               : 1. Memahami konsep, pendekatan ,prinsip dan aspek geografi
Kompetensi Dasar                   : 1.4 Menjelaskan aspek-aspek geografi,

MATERI PEMBELAJARAN

A. Aspek-Aspek Geografi
Dalam garis besar, geografi dapat dibagi menjadi dua bagian, geografi fisik dan geografi manusia. Fisik geografi studi tentang aspek-aspek fisik, sementara manusia-sosial-geografi studi tentang aspek-aspek sosial. Kedua aspek memiliki pengaruh pada lingkungan hidup manusia. Aspek fisik meliputi: bantuan bumi, mineral dan struktur batuan, air, cuaca dan iklim, flora fauna juga. Sementara itu, aspek sosial melibatkan aspek sosial, ekonomi politik, dan budaya. Dalam geografi, aspek fisik dan aspek sosial selalu berhubungan dengan ilmu-ilmu lain. Secara umum Aspek Geografi dibagi menjadi dua yaitu 

Tuesday, 1 October 2013

KISI KISI MID SEMESTER KELAS X

kisi kisi soal mid semester 
pengertian geografi menurut para ahli(bintarto dan seminar loka karya)
objek geografi
pendekatangeografi(KELINGKUNGAN KERUANGAN KEWILAYAHAN)
konsep geografi (PELAJARI 3 AJA NANTI DIJELASKAN)
prinsip geografi
ilmu penunjang geografi teknik dan geografi fisik
teori pembentukan bumi(TEORI KONTRAKSI, TEORI TEKTONIK LEMPENG)

Pengertian Tenaga Endogen dan Eksogen

Tenaga Endogen adalah tenaga pengubah muka bumi yang berasal dari dalam bumi, sedangkan Tenaga Eksogen adalah tenaga pengubah muka bumi ...